Kamis, 15 Desember 2011

SPORT MASSAGE

A. PENGERTIAN
Massage adalah suatu seni gerak tangan yang bertujuan untuk mendapatkan kebugaran, memulihkan cedera, menyembuhkan penyakit, dan mendukung prestasi olahraga dan kerja. Efek mekanis dari gerak tangan ini akan menimbulkan rasa tenang dan nyaman bagi penerimanya.
Kata massage berasal dari kata Arab mash yang berarti menekan dengan lembut atau dari kata Yunani massien yang berarti memijat atau melulut. Selanjutnya massage disebut pula sebagai ilmu pijat atau ilmu lulut. Dalam Bahasa Indonesia, tulisan massage diadaptasi menjadi masase . Pelaku massage disebut masseur untuk pria dan masseus untuk wanita yang diambil bahasa Perancis.
Di Indonesia massage dikenal dengan sebutan pijatan atau pijitan. Pijitan terdiri dari pijitan-pijitan lembut dengan jari. Massage yang paling populer di eropa dan amerika yaitu Swedish massage atau Massage Swedia. Massage sistem Swedia ini adalah merupakan salah satu dari bermacam-macam sistem massage yang ada diberbagai negara dewasa ini dan sistem ini dibagi menjadi 3 (tiga) macam massage, yang terdiri dari :
a. Sport Massage.
b. Segment Massage.
c. Cosmetic Massage.
Dari ketiga macam massage ini pelaksanaan pemijatannya terdiri dari bermacam-macam cara pegangan atau manipulasi. Tiap-tiap manipulasi atau grip mempunyai maksud dan tujuan tersendiri.
B. JENIS MASSAGE.
1. Sport Massage.
Sport massage adalah suatu massage yang ditujukan kepada semua orang yang sehat. Dalam hal ini tidak mempunyai pengertian bahwa sport massage hanya untuk olahragawan saja, tetapi juga boleh diberikan kepada siapa saja, baik orang tua maupun orang muda, pria ataupun wanita. Termasuk mereka yang menderita cedera-cedera olahraga ringan dapat disembuhkan dengan sport massage. Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien, dan biasanya memakan waktu 1-2 jam.
2. Segment Massage.
Segment Massage ialah suatu massage yang bertujuan untuk pengobatan antara lain dapat dipakai untuk menolong orang-orang menderita penyakit tertentu. arthritis (radang sendi), kelumpuhan otot karena berkurangnya fungsi saraf, distorsi atau “keseleo” pada sendi. Segment massage lebih ditekankan pada pengaruhnya terhadap persarafan, terutama pusat sraf diruas-ruas tulang belakang beserta serabut-serabut sarafnya. Akan tetapi segment massage ini bisa digunakan bagi yang mengalami cedera karena olahraga, baik Strain dan Sprain. Dinamakan segment massage karena massage ini dilakukan pada bagian-bagian tubuh atau segment-segment tubuh,yang termasuk segment massage ini, yaitu : Shiatsu, Tsubo, Frirage, Xigong, Needle Massage, accupunctur, Oriental massage.
Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien, lamanya waktu massage 15 s/d 30 menit.
3. Cosmetic Massage.
Cosmetic massage ialah suatu massage khusus yang ditujukan untuk pemeliharaan kecantikan, tempat-tempat pemijatannya terbatas terutama untuk di daerah muka (wajah).
C. TUJUAN.
Massage mempunyai beberapa tujuan :
• Massage untuk terapi, yaitu tujuannya dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap keadaan patologi dan post trauma.
• Massage untuk kesehatan, yaitu dapat menormalkan fungsi organ, serta berguna dalam menghindari penyakit dan kelainan.
• Massage untuk olahraga, yaitu dapat mempertahankan tubuh, memperbaiki atau menghilangkan akibat kelelahan berolahraga yang merugikan.
D. MANIPULASI POKOK PEMIJATAN (MASSAGE)
1. EFFLEURAGE (MENGGOSOK).
Maksud : memberikan rangsang kepada persarafan dan jaringan dibawah kulit.
Tujuan : membantu kerja pembuluh darah darah balik vena serta memanaskan badan.
Teknik : effluerage pada umumnya selalu dilaksanakan menyusun mengikuti perpanjangan otot dan menuju kearah jantung.
2. PETRISAGE (MEMIJAT-MIJAT).
Maksud :menghancurkan sisa pembakaran dan melemaskan kekakuan didalam jaringan.
Tujuan : untuk memudahkan pengangkutan
Teknik : pelaksanaannya untuk tempat-tempat yang lebar dan dapat dikerjakan dengan kedua tangan sercara bersama-sama atau kedua tangan secara berurutan.
3. SHAKING ( MENGUNCANG-GUNCANG).
Maksud : menempatkan kembali otot, pembuluh darah, persyarafan (jaringan dibawah kulit) pada tempatnya masing-masing.
Tujuan : untuk memudahkan pengaliran atau pertukaran zat dijaringan dibawah kulit tersebut, pada tempatnya masing-masing,
Teknik : pada umumnya shaking dapat dilakukan dengan dua tangan maupun dengan satu tangan.
4. TAPOTEMENT (MEMUKUL-MUKUL).
Maksud : mempengaruhi tonus otot syaraf vegetatior (tak sadar) pada jaringan perifer (tepi)
Tujuan : mempertinggi tonus otot dan mempergiat peredaran darah pada kulit
Teknik : pada umumnya tapotement dapat dilakukan dengan dua tangan secara bergantian.
5. FRICTION (MENGERUS).
Maksud :menghancurkan bekuan-bekuan dan pengerasan-pengerasan di dalam jaringan ikat dan otot.
Tujuan : menormalkan sirkulasi (peredaran) darah dan pertukaran zat
Teknik : friction dapat dikerjakan dengan ujung-ujung jari atau pangkal tapak tangan disesuaikan dengan keadaan.
6. WALKEN (MENGGOSOK MELINTANG OTOT).
Maksud : sama dengan effluerage.
Teknik : diberikan hanya pada tempat-tempat yang lebar dan pelaksanaannya melintang otot, walken selalu dikerjakan dengan dua tangan , jari-jari rapat.
7. VIBRATION (MENGGETARKAN).
Maksud : dengan halus merangsang syaraf vegetatif.
Tujuan : untuk mempengaruhi alat-alat yang penting.
Teknik : getaran ini diberikan melalui ujung satu jari, dua jari maupun tiga jari dirapatkan. Caranya dengan membengkokkan siku jari-jari ditekankan pada tempat yang dikehendaki, kemyudian kejangkan seluruh lengan tersebut, biasanya diberikan ditempat yang sensitif (peka), misalnya bawah lekuk kepala, sekeliling persendian. Vibriation termasuk manipulasi segment massage dan sangat efektif untuk memacu persarafan dalam usaha penyembuhan.
8. SKIN ROLLING (MENGESER LIPATAN KULIT).
Maksud : melepaskan kulit dari jaringan kulit dan melebarkan pembuluh darah kapiler.
Tujuan : mempertinggi tonus dan memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah dibawah kulit/
Teknik : untuk tempat-tempat yang kecil dapat dikerjakan dengan satu tangan, caranya mencubit kulit, ibu jari didorongkan dengan jari-jari yang lain melangkah jalan kedepan. Umumnya dilakukan melintang otot, arahnya naik turun bebas.

9. STROKING (MENGURUT).
Maksud : mempengaruhi syaraf vegetatif pada jaringan dibawah kulit dan memcari atau mengetahui kelainan-kelainan jaringan.
Tujuan : melemaskan jaringan sehingga sirkulasi darak dan pertukaran zat menjadi baik.
Teknik : dengan ujung jari, baik satu,dua,tiga dan empat jari yang dirapatkan, kemudian dengan tekanan, gerakan jari-jari tersebut menyusur antar otot.
Dari ke-9 macam manipulasi pokok yang dipakai dalam sistem massage swedia ini, khusus manipulasi-manipulasi vibration, skin rolling dan stroking merupakan manipulasi-manipulasi pengobatan (segment massage). Ke-9 manipulasi pokok ini dalam pelaksanaannya tidak selalu digunakan keseluruhan, tetapi hanya dipakai beberapa manipulasi saja sesuai dengan kebutuhan.


KONTRA INDIKASI :
1. Fracture (patah tulang).
2. Dislokasi .
3. Farion (ada pendarahan).
4. Luxation .
5. Tumor.
6. Demam.
7. Desentri.
8. Varices.
INDIKASI :
1. Kelelahan sehabis beraktifitas dan berolahraga.
2. Gangguan tidur.
3. Cedera atau radang kronis.
4. Rehabilitasi setelah sembuh dari sakit atau cedera.


































KESIMPULAN
Jadi massage yang paling baik adalah sesuai dengan kebutuhan pasien, dengan cara memperhatikan kondisi otot pasien sehingga dosisnya tidak berlebihan. Hal tersebut perlu ketajaman feeling (perkiraan) yang hal ini dapat dilatih dengan banyak praktek melakukan pemijatan. Khususnya bagi olahragawan yang memerlukan kesegaran jasmani sebelum bertanding, maka pada waktu-waktu tertentu massage mempunyai tujuan-tujuan tertentu.
Olahragawan yang terlalu menderita kelelahan kurang baik untuk langsung di massage, sebab otot-ototnya terdapat banyak endapan azam susu, sehingga terjadi kekakuan dan pengerasan pada otot tersebut, kalau ditekan akan terasa sakit.

Kepustakaan
Masase Terapi/Rehabilitasi Pada Cedera Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi dan Iptek Olahraga ASDEP Pengembangan Tenaga Dan Pembina Keolahragaan.
Samsudin, Terapi Massage, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Jakarta, 2011

REHABILITASI PADA CEDERA OLAHRAGA.

Summary of the effect of immobilization on muscle
• Decrease in muscle fiber size.
• Change in muscle resting length
• Decrease in size and number of mitochondria
• Decrease in total muscle weight.
• Increase in muscle contraction time.
• Decrease in muscle tension produced
• Decrease in resting levels of glycogen and adenosine triphosphate (ATP)
• More rapid decrease in ATP level with exercise
• Increase in lactate concentration with exercise
• Decrease in protein synthesis

Summary of respon of ligament to immobilization
• Significant decrease in linear stress, maximum stress and stiffness
• Decrease in cross-se



PENDAHULUAN
Setiap individu yang melakukan kegiatan olahraga harus menyadari adanya resiko cedera. Derajat cedera dalam olahraga dapat bervariasi, mulai dari cedera ringan seperti luka lecet, hingga cedera berat seperti cedera kepala/kontusio otak.
Banyak kejadian cedera yang dialami oleh seorang atlet tidak ditangani dengan tepat, karena tidak jarang atlet menangani kasus cederanya sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pelatih atau konsultasi dengan para seniornya; bahkan tidak jarang kasus cedera ditangani melalui terapi alternative. Akibatnya penyembuhan cedera tidak sempurna dan atlet mudah mengalami cedera kembali.
Cedera olahraga dapat disebabkan oleh factor INTERNAL, EKSTERNAL dan OVERUSE :
Factor internal antara lain :
a. Pemanasan tidak cukup.
b. Teknik yang salah.
c. Istirahat yang tidak memadai.
d. Kondisi yang tidak fit saat bertanding.
Factor eksternal antara lain :
a. Alat-alat yang digunakan tidak tepat/tidak sesuai ukuran.
b. Proteksi yang buruk/tidak memadai.
c. Kondisi cuaca.
d. Kondisi lapangan yang tidak memadai.
Factor overuse adalah pemakaian berlebihan yang melebihi kapasitas kemampuan si atlet.
Sebelum seorang atlet melakukan latihan atau terjun dalam suatu pertandingan, maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan secara bertahap. Pada tahap awal akan diakukan pemeriksaan untuk mencatat data dasar atlet sekaligus menentukan taraf aman dalam memberikan dosis latihan. Data-data dasar yang diperukan meliputi :
• Tinggi Badan & Berat Badan.
• Tanda-tanda vital; tekanan darah, denyut nadi.
• Pemeriksaan fisik umum dan rehabilitasi, termasuk pemeriksaan fungsional.
• Pemeriksaan laboratorium dan rontgent thorax.
• Pengukuran kapasitas aerobic dan anaerobic.
• Flexibilitas.
• Muscle endurance.
• Muscle Strength.
• Koordinasi.
• Keseimbangan.
• Kelincahan (agiity).
• Power (daya ledak).
• Pemeriksaan diameter otot secara bilateral, diatas dan dibawah sendi yang terkait.
Pengukuran data-data awal ini diperlukan untuk proses seleksi, pemberian program latihan dan proses rehabilitasi. Cedera olahraga dapat terjadi secara sewaktu-waktu, sekalipun factor-faktor internal telah diukur secara cermat. Berdasarkan waktunya, proses cedera dibagi dua fase, yaitu fase akut dan fase kronik. Pada fase akut, umunya cedera telah langsung ditangani melalui pertolongan pertama dari dokter tim, atau bahkan oleh pelatih dilapangan.
Proses penanganan cedera akut umumnya meliputi: pengistirahatan segmen yang cedera (Rest), pemberian terapi dingin (Ice), kompresi/penekanan segmen untuk mengurangi edema dan memberikan stabilisasi (compress), serta elevasi segmen yang terkena (elevation). Proses ini disingkat dengan metode RICE.
Segera setelah penanganan cedera dilapangan, seorang atlet memerlukan penanganan rehabilitasi untuk pemulihan fungsi segmen yang terkait dan fungsi tubuh secara keseluruhan dan mempertahankan kebugaran jasmani.
Secara umum program rehabilitasi meliputi :
• Penanganan bagian yang cedera.
• Modalitas dan manipulative terapi.
• Terapi latihan untuk mempertahankan kebugaran.
Terapi modalitas merupakan ajuvan dalam proses rehabilitasi secara keseluruhan, karena itu TERAPI MODALITAS SAJA tidak cukup untuk memastikan terjadinya penyembuhan dan pemulihan fungsi, terapi modalitas tidak dirancang sebagai terapi yang bersifat kuratif, melainkan terapi simtomatik dengan tujuan antara lain mengurangi nyeri, spasme otot, menyebabkan vasodilatasi, dan mencapai relaksasi, sehingga harus dilanjutkan dengan terapi manipulative.
Dalam proses rehabilatasi PROGRAM LATIHAN merupakan komponen yang lebih penting. Manfaat program terapi latihan adalah untuk :
• Mencapai terjadinya pemulihan fungsi.
• Mempertahankan kebugaran jasmani, agar atlet saat bertanding kembali dengan kebugaran yang prima, sama dengan sebeum terjadinya cedera.
• Mencegah sindroma dekondisi. Bila penanganan hanya terpusat pada segmen yang terkait tanpa memperhatikan kebugaran secara keseluruhan, dapat terjadi sindroma dekondisi.
Komponen-komponen kebugaran jasmani yang perlu dilatih :
• Kapasitas aerobic (vo2max) target nadi harus sesuai dengan hasil stress test.
• Kelenturan otot.
• Kekuatan otot.
• Daya tahan otot.
• Koordinasi dan keseimbangan.
• Daya ledak otot.
• Kelincahan.
• Kecepatan.
• Kecepatan reaksi.
• Factor-faktor anaerobic.
Program latihan harus bersifat INDIVIDUAL sesuai dengan kondisi cedera, cabang olahraga, kontra indikasi dan dengan prinsip OVER LOAD. Dosis latihan yang diberikan dokter Rehabilitasi Medik, harus tepat dan terukur, tidak boleh terjadi UNDERTRAINING dan OVERTRAINING. Oleh karena itu, setiap program harus dicacat, JENIS LATIHAN, DOSIS, RESPON latihan harus selalu dicacat.
Bila program latihan bersifat undertraining, maka program ini tidak akan bermanfaat dan hanya membuang waktu saja, karena tidak akan terjadi peningkatan atau pencapaian pemulihan fungsi. Di lain pihak bila program latihan bersifat overtraining, maka akan berisiko menambah cedera lebih lanjut.

Tanda-tanda undertraing :
• Dengan pembebanan yang sama, tidak terjadi penurunan nadi.
• Fase pemulihan (recovery) memanjang.
Kondisi overtraining merupakan kondisi yang harus dicermati saat pemberian program latihan, secara umum tanda-tanda dan gejala overtraining, meliputi :
• Keluhan subjektif seperti ; pusing, lemas, mudah lelah, mual-mual.
• Adanya gangguan tidur.
• Nafsu makan menurun.
• Gelisah.
• Nadi dan tekanan darah istirahat meningkat.
Bila terjadi masalah overtraining, maka dosis latihan harus segera dikurangi, serta dilakukan monitor tanda-tanda overtraining setiap hari. Pada kondisi ini umumnya bentuk latihan berupa latihan peregangan dan dosis latihan diturunkan.
Seorang atlet yang bisa bertanding kembali menunjukan program latihan rehabilitasi yang telah selesai. Criteria seorang atlet untuk bisa bertnding kembali setelah rehabilitasi adalah ;
• Subjektif tidak ada keluhan.
• Pemeriksaan fisik tidak ada kelainan.
• Bisa melakukan gerakan-gerakan yang sesuai dengan cabang olahraganya dengan pembebanan. Contoh untuk cedera ekstrimitas bawah, tes umum yang diberikan meliputi :
o Loncat di tempat dengan 2 kaki.
o Loncat 2 kaki sambil berputar, searah jarum jam dan berlawanan jarum jam.
o Loncat dengan 1 kaki yang sehat.
o Loncat dengan 1 kaki yang sehat sambil berputar; searah dan berlawanan jarum jam.
o Loncat dengan 1 kaki yang sakit/cedera.
o Loncat dengan 1 kaki yang sakit/cedera sambil berputar; searah dan berlawanan jarum jam.
o Lari membentuk angka 8, dari lingkaran kecil hingga besar, kemudian balik arah.
• Bila dibandingkan dengan data awal atlet hasilnya sama, berarti program rehabilitasi berhasil.
Hal juga yang penting dalam penanganan cedera adalah pencegahan cedera berulang. Untuk itu perlu dianalisa factor-faktor mana yang menjadi penyebab cedera, baik internal maupun eksternal, kemudian factor-faktor ini fiintervensi. Pencegahan cedera dapat pula dengan proteksi segmen yang cedera, misanya dengan metode taping dan bandaging.
Kesimpulan ;
Pemulihan fungsi setelah terjadinya cedera merupakan factor yang amat penting, karena dapat menentukan masa depan seorang atlet. Pemulihan fungsi yang optimal memerlukan penanganan yang tepat, agar tidak terjadi cedera sekunder atau cedera kronik yang malah mempersulit penyembuhan jaringan dan pencapaian pemulihan fungsional.
Kepustakaan
1. Roy Steven MD, Sport Medicine Prevention, evelation Management and Rehabilitation, Prentice Hall Inc, 1983.
2. Wilmore JH, Costili DL, Physiology of Sport & Exercise, Champaign, IL; Human Kinetic 1994

Rabu, 16 Maret 2011

Analisis Tujuan Pendidikan Jasmani

Analisis Tujuan Pendidikan Jasmani
A. Pendidikan Jasmani
1) Menurut H. Abdul Kadir Ateng (1992: 1) Pengertian pendidikan jasmani adalah pendidikan melalui jasmani dengan demikian pendidikan jasmani berkaitan dengan perasaan, hubungan pribadi, tingkah laku kelompok, perkembangan mental dan sosial, intelektual serta estetika.
2) Menurut Abdul Gafur (1983: 8-9) berpendapat Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila.
3) Menurut KEPMENDIKBUD No 413/u/1997 Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan yang bertujuan meningkatkan individu secara organik, motorik, intelektual dan emosional melalui aktivitas fisik.
4) Menurut Unesco dalam buku International charter of phisical education and sport (1978). Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai individu atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematika melalui berbagai kegiatan jasmani dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan dan pembentukan watak
5) Pendidikan jasmani secara umum memiliki tujuan yang berbeda dengan pelatihan jasmani seperti halnya dalam olahraga prestasi. Pendidikan jasmani diarahkan pada tujuan secara keseluruhan (multilateral) seperti halnya tujuan pendidikan secara umum. Pendidikan jasmani merupakan salah satu dari subsistem-subsistem pendidikan. Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai suatu proses pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan melalui gerakan fisik. Telah menjadi kenyataan umum bahwa pendidikan jasmani sebagai satu kenyataan umum bahwa pendidikan jasmani sebagai satu substansi pendidikan mempunyai peran yang berarti mengembangkan kualitas manusia Indonesia. Sebagaimana diterapkan dalam Undang-Undang RI. Nomor II Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan termasuk pendidikan jasmani di Indonesia adalah pengembangan manusia Indonesia seutuhnya ialah “Manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.
B. Tujuan Pendidikan Jasmani
Adapun tujuan dari pendidikan jasmani secara umum yang diutarakan para guru-guru penjas yang hendak dicapai Jawabannya mungkin bervariasi. Secara ideal, jawaban tersebut terjabar seperti butir-butir berikut:
1. Perkembangan Pribadi
a) Pertumbuhan fisik optimal
b) Sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual
c) Kesegaran jasmani optimal
d) Cerdas
e) Kreatif dan inovatif
f) Terampil dalam gerak dan memecahkan masalah
g) Jujur, disiplin, percaya diri, dan tanggung jawab
2. Hubungan Antar Pribadi dan Lingkungan
a) Hormat pada sesama
b) Gotong royong
c) Luwes (mudah menyesuaikan diri)
d) Komunikatif dalam ide (konsep) dan pemikiran
e) Etika (sopan santun)
f) Menghargai kondisi lingkungan
g) Melestarikan lingkungan yang sehat dan harmonis
3. Ketahanan Nasional
a) Bidang Politik
1) Cinta tanah air
2) Demokrasi Pancasila
3) Loyal pada Pancasila dan UUD
b) Bidang Ekonomi
1) Penguasaan informasi dan teknologi
2) Etos kerja
c) Sosial Budaya
1) Tertib hukum
2) Kesetiakawanan Sosial
d) Bidang Budaya
1) Menghargai karya orang lain
2) Berpikir kritis
3) Toleransi penerapan Iptek
e) Bidang Pertahanan dan Keamanan (Hankam)
1) Kesiapan membela negara
2) Partisipasi dalam Hankamrata
C. Pentingnya Pendidikan Jasmani di Dunia Pendidikan
Mata pelajaran Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
D. Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di Sekolah
Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya.
2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya.
3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya.
4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya.
5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya.
6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung.
7. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek
E. Fungsi Pendidikan jasmani
1. Pengembangan organik
2. Pengembangan neuromuskuler
3. Pengembangan perseptual
4. Pengembangan kognitif
5. Pengembangan sosial
6. Pengembangan emosional
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Gafur. (1983). Pendidikan Jasmani. Jakarta: Depdikbud Dikti.
Dodo Hery Nugroho. (2008) Tujuan Pendidikan Jasmani. Word Press.com.
http://ahmesabe.wordpress.com/2008/11/04/tujuan-pendidikan-jasmani/
H. Abdul Kadir Ateng. (1992). Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani. Jakarta:
Depdikbud Dikti.
Unesco. (1978). International Physical Education and Sport.Amerika

Sabtu, 12 Februari 2011

RESUME PERKULIAHAN TIK

A. PENDIDIKAN BERBASIS TIK
Suatu pendekatan pembelajaran yg mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai medium penyampai pesan dalam belajar. Teknologi merupakan alat atau sarana teknis yang digunakan manusia Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT). untuk meningkatkan perbaikan/penyempurnaan lingkungannya. Teknologi merupakan suatu pengetahuan tentang cara menggunakan alat dan mesin untuk melaksanakan tugas secara efisien. Selain itu, teknologi dapat juga dikatakan sebagai pengetahuan, alat, dan sistem yang digunakan untuk membuat hidup lebih mudah dan lebih baik. Melalui pemanfaatan teknologi memungkinkan orang dapat berkomunikasi dengan lebih baik dan lebih cepat. Teknologi ada di mana-mana dan dapat membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. Perkembangan TI dan TK memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti penggunaan e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory.
Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

Ragam Pendidikan berbasis TIK.:
• Distance Education.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah pembelajaran dengan menggunakan suatu media yang memungkinkan terjadi interaksi antara pengajar dan pembelajar. Dalam PJJ antara pengajar dan pembelajar tidak bertatap muka secara langsung, dengan kata lain melalui PJJ dimungkinkan antara pengajar dan pembelajar berbeda tempat bahkan bisa dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. jadi sangat memudahkan proses pembelajaran.
Jenis media pembelajaran yang sering digunakan dalam sistem pendidikan jarak jauh (PJJ).
a. Media Cetak.
b. Televisi.
c. Konferensi Video
d. Computer/internet.
• Dual mode education.
Perguruan tinggi atau sekolah yang mengembangkan system pendidikan jarak jauh yang terpusat atau disentralisasi. Salah satu pengembangan sistemnya menggunakan cyber learning, yang biasanya dikelola oleh unit khusus, dan unit khusus tersebut biasanya fakultas di setiap perguruan tinggi yang mengembangkan system pembelajaran jarak jauh.
• Virtual education.
Virtual pendidikan mengacu pada instruksi dalam lingkungan belajar dimana guru dan siswa dipisahkan oleh waktu atau ruang, atau keduanya, dan guru menyediakan isi kursus melalui aplikasi manajemen, multimedia sumber daya, Internet , videoconferencing , dll Siswa menerima isi dan berkomunikasi dengan guru melalui teknologi yang sama. pendidikan Virtual adalah istilah yang menggambarkan pendidikan online menggunakan Internet.
• Virtual university.
Sebuah universitas virtual, sebuah universitas yang mengembangkan program media elektronik, biasanya Internet .universitas virtual ini juga salah bentuk yang mengembangkan pendidikan jarak jauh . Tujuan dari universitas virtual adalah untuk menyediakan akses kepada mahasiswa yang tidak dapat menghadiri, atau dating kekampus dengan alasan seperti jarak - di mana siswa tinggal terlalu jauh dari kampus untuk mengikuti kelas reguler, dan kebutuhan fleksibilitas - beberapa siswa perlu fleksibilitas untuk belajar di rumah setiap kali akan lebih mudah bagi mereka untuk melakukannya.
• Virtual school.
Virtual school, prinsipnya sama dengan virtual university, yaitu mengembangkan pendidikan/pembelajaran jarak jauh (pendidikan online), dengan media elektronik berupa internet.
Dalam pengembangan pembelajaran TIK, muncul beberapa metode pembelajaran, yaitu
• E-learning.
• On line learning.
• Blended learning.
• Mobile learning.
Kesemua metode pembelajaran ini mengembangkan metode pembelajaran jarak jauh, dengan media internet, yang memberikan kemudahan kepada siswanya untuk belajar, sesuai dengan keinginannya. Pengembangan metode pembelajaran jarak jauh ini juga mempunyai kelebihan dan kekurangannya, akan tetapi pada saat ini banyak yang terbantu dengan metode pembelajaran ini,kelebihan metode pembelajaran ini tidak terhalang oleh jarak dan waktu, dimana saja dan kapan saja mereka dapat belajar dengan mudah tidak selalu dalam kelas, program pembelajaran dapat selalu di up-date/diperbaharui setiap saat, msteri pembelajaran dapat dirancang dengan mudahnya dengan memakai sarana multimedia, dan siswa atau mahasiswa sendiri dapat terhubung dengan perpustakaan dimana saja dibelahan dunia ini, untuk mengakses sumber informasi pembelajarannya. salah satu kekurangannya dari metode ini yaitu kurang adanya sentuhan manusia (guru/dosen), kurangnya perencanaan antara guru/dosen kepada siswa, kurang pahamnya bagi pengguna tentang metode pembelajaran TIK ini.

B. TIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN.
Fungsi TIK dalam pembelajaran mempunyai tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu :
• Teknologi berfungsi sebagai alat (tools). Dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa dalam membantu pelajaran.
• Teknologi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa.
• Teknologi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi berbantuan computer.
Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan
yaitu:
• dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses
pembelajaran.
• dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan
berbagai pengetahuan.
• dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi
pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.
Hal itu telah mengubah peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari:
1. sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi,
dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran,
pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar.
2. dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran,
menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung
jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran.
Menurut Dwyer (1978), kemampuan daya ingat untuk komunikasi baik verbal dan non verbal (visual), biasanya dalam hitungan waktu biasanya hanya sekitar 70% untuk verbal dan visual 72%, sedangkan untuk hitungan hari hanya mencapai 10% untuk verbal dan visual 29%, akan tetapi dengan mengunakan media pembelajaran yang mengembangkan TIK ini mencapai peningkatan dalam daya ingat siswa untuk verbal dan visual 85% dalam hitungan waktu/jam, sedangkan untuk hitungan hari terjadi peningkatan sekitar 65%, jadi kesimpulannya untuk pengembangan pembelajaran dengan media TIK ini dapat membantu daya ingat siswa, menjadi lebih baik dalam menyerap atau menerima pelajaran.

Dalam pembelajaran yang berbasis TIK, kita dapat mengklasifikasikan sumber medianya, yaitu ada dua sumber media, yaitu :
• By utilization, media pembelajaran yang alami, proses pembelajarannya yang bersumber dari alam, pemanfaatan alam, pembelajaran dengan utilization, juga dapat dikembangkan atau dipadukan dengan internet (on-line), untuk mengayaan sumber informasi, pengembangan materi.
• By design, media pembelajaran yang menggunakan metode ini, sudah mengalami modifikasi untuk kemudahan siswanya dalam menyerap/menerima pelajaran, (pengembangan TIK/ E-learning). Metode ini dikembangkan dengan TIK dapat memberikan efesiensi kepada siswanya, mengatasi keterbatasan informasi dan lebih variatif dalam penyampaian materi pembelajarannya. Sehingga siswa tidak merasa jenuh dalam setiap menerima materi pelajarannya.

TIK sebagai sumber belajar, untuk menjawab berbagai informasi yang ingin diperoleh baik siswa dan mahasiswa dalam setiap pembelajarannya, dengan menggunakan TIK dalam belajar banyak informasi yang didapat dari berbagai sumber informasi, tidak hanya dari buku saja, yang selama ini diperoleh, sumber informasi dengan TIK salah satunya melalui internet. Dengan TIK juga kita dapat mengembangkan media pembelajaran, dengan kata lain dapat menggunakan aneka sumber belajar. Dengan TIK ini baik siswa maupun mahasiswa dapat merasakan pelayanan pendidikan yang cepat dan murah, terutama dalam mengakses informasi tentang pembelajaran atau pelayanan lainnya seperti mendaftar perkuliahan, kelulusan dan lain sebagainya. Dengan TIK juga kita dapat mengetahui informasi yang terkini dan akurat, dengan TIK kita dapat mengetahui informasi ilmu yang terbaru, mengakses pengetahuan ilmu yang berkenaan untuk kuliahnya, intinya dengan TIK kita dapat pengetahuan yang luas dan tidak terbatas, karena penggunaan TIK dalam pembelajarannya yaitu mengoptimalisasikan media internet dalam setiap pembelajarannya baik disekolah maupun di universitas yang berbasis TIK.
Dalam setiap pembelajaran yang berbasis TIK (on-line), khususnya di Indonesia, masih banyak kendala yang dihadapi dalam setiap pengadaannya, adapun kendala-kendala tersebut biasanya dating dari faktor internal dan eksternal.
Adapun factor internal, yaitu
• Kesulitan pengembangan program.
• Pengelola yang terbatas, banyak sekolah dan universitas enggan/kesulitan yang ingin mengembangkan pendidikan berbasis TIK ini,
• Infrastruktur yang belum memadai.
Adapun factor eksternal, yaitu :
• Peserta yangkurang menguasai teknologi (gagap teknologi).
• Kultur budaya yang sangat sulit menerima perubahan, terutama dibidang TIK ini.
• Khususnya di Indonesia yang Negara kepulauan, begitu luasnya sehingga terjadi kesulitan dalam pengembangan TIK ini.
• Belum meratanya di setiap daerah yang paham tentang penerimaan informasi mengenai TIK ini.
Prospek Pendidikan berbasis TIK di Indonesia. Karena pembatasan struktur budaya dan regulasi yang ada di Indonesia, maka pendidikan berbasis TIK masih belum berkembang dengan pesat, namun tidak mustahil bahwa Indonesia harus mengikuti kecenderungan yang terjadi secara global ini. Bagaimanapun banyak dampak positif penerapan TIK dalam pembelajaran di sekolah/universitas, kita mempunyai tanggung jawab bersama dalam meminimalisasi dampak negative yang muncul secara individual maupun social. Salah satu peningkatan dalam mutu pendidikan dengan pengembangan pendidikan berbasis TIK ini, Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan berbasis TIK ini adalah perhatian, percaya diri dosen/guru, pengalaman, mudah menggunakan peralatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interkasi dengan mahasiswa/siswa. Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru.
Pendidikan berbasis TIK ini mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan konvensional , mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan berbasis TIK (online) lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat membawa paradigma baru dalam pendidikan dari berbagai aspek, antara lain perubahan dari pembelajaran tradisional ke pembelajaran baru, dari teacher centered ke learner centered, sampai pada perubahan information delivery ke information exchange.
Bagi guru/dosen, yang paling penting adalah sikap positif dan keinginan untuk memiliki kemampuan TIK yang dapat menunjang efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar.Tindak lanjut nyata yang dapat dilakukan guru-guru adalah menggunakan perangkat TIK sebagai media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, peserta didik akan merasa terfasilitasi dan betah melaksanakan kegiatan belajar di sekolah/universitas.
Pengembangan TIK dalam pendidikan tidak hanya dalam menerima atau memberikan materi pembelajaran saja, akan tetapi pengembangan TIK ini juga dapat digunakan dalam penelitian, baik skripsi, tesis dan disertasi. Penggunaan TIK dalam penelitian dapat memudahkan peneliti mengembangkan penelitiannya.



12 prinsip pembelajaran yang menyenangkan :
1. Pembelajaran harus menyenangkan, sehingga ada respon dari yang menerimanya (siswa/mahasiswa).
2. Lingkungan belajar harus kondusif, sehingga akan terjadi respon yang baik, kalau suasananya tidak kondusif, maka akan kurang baik penerimaan responnya, sehingga apa yang kita berikan akan sulit direspon dengan baik oleh siswa atau mahasiswa (pembelajaran akan sia-sia belaka).
3. Pemberian isi pelajaran harus dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa (kehidupan sehari-hari) agar lebih bermakna.(berbasis kompetensi/life skill)
4. Tidak adanya pembatasan dalam memberikan pembelajaran, sehingga akan terbuka pola pikir siswa/mahasiswa, ini juga dapat dikaitkan dengan kehidupan nyata, lingkungan, kehidupan sehar-hari.
5. Belajar mengeneralisasikan dari pembelajaran yang kompleks, dan dalam penyajian materinya harus sistematis, tidak sembarangan, dan harus menggunakan contoh ataupun non contoh.
6. Kesiapan mental bagi pengajar, sehingga apa yang akan disampaikan dapat menarik perhatian dari siswa/mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung.
7. Kegiatan belajar yang dibagi kecil-Kecil disertai cara penyelesaian Untuk setiap langkah akan mempercepat pencapaian tujuan belajar, dengan buku atau modul
8. kebutuhan menyederhanakan materi yang kompleks dapat dilakukan dgn menggunakan suatu model. penggunaan media dan metode pembelajaran secara tepat
9. mampu mengembangkan keterampilan tingkat tinggi yang pada dasarnya terbentuk dari keterampilan yang sederhana. Agar tujuan pembelajaran dapat dianalisis dan belajar menjadi sistematis
10. belajar akan lebih cepat bila siswa memperoleh umpan balik dan cara meningkatkannya dengan tes, dan kemajuan siswa harus di informasi-kan secara teratur, agar siswa/mahasiswa tahu akan kemampuannya.
11. perkembangan dan kecepatan siswa dalam merima pelajaran sangat bervariasi, sehingga dalam pemberian materi pembelajarannya harus individual (tidak menyamaratakan)
12. dengan persiapan yang baik siswa dapat mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri, diberikan kebebasan pada siswa dalam menerima materi pelajaran dan memberi kesempatan bagi siswa memilih cara, waktu dan sumber belajar yang akan digunakannya.
“ Kesimpulannya dalam setiap pemberian pelajaran yang kita lakukan, agar sebaik mungkin dapat diterima oleh siswa, dengan baik, dan siswa/mahasiswa dapat termotivasi dengan apa yang kita ajarkan.”
Bagi sekian banyak orang, motivasi belajarnya biasanya dipengaruhi oleh berbagai jenis motivasi, baik yang ekstrinsik dan intriksik, akan tetapi yang lebih berpengaruh pada motivasi belajar siswa biasanya pada masa TK, SD, SMP hingga SMA, motivasi ekstrinsik yang lebih berpengaruh besar, sedangkan untuk diperguruan tinggi, motivasi intrinsic yang lebih berpengaruh besar.

judul penelitian

Pengaruh recovery aktif dan recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.
Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berolahraga metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien. Olahraga merupakan keperluan dalam kehidupan kita, apalagi bagi yang ingin meningkatkan kesehatannya.
Kebanyakan orang latihan untuk manfaat yang mereka dapatkan dari latihan mereka: olahraga dapat meningkatkan kinerja, ketahanan yang lebih baik, lemak tubuh kurang, tambah dan bahkan hanya merasa lebih baik. Dalam rangka mempertahankan latihan rutin sangat penting untuk pulih sepenuhnya setelah latihan. Pemulihan merupakan bagian penting dari latihan rutin. Hal ini memungkinkan atlet untuk melatih lebih sering dan melatih lebih keras sehingga atlet mendapatkan lebih banyak dari pelatihannya.
Akan tetapi, ketika berlatih, kita memberikan stress ke otot kita. Robekan-robekan super kecil di dalam otot akan terjadi, dan ketika kita beristirahat, badan kita akan memperbaiki robekan-robekan ini dan otot di tubuh kita akan menjadi kuat. Proses ini akan berulang-ulang terus dan kita akan mendekati tujuan dari latihan kita. Maka dari itu, istirahat dan nutrisi yang lengkap sama pentingnya dengan latihan itu sendiri.
Selama pelatihan dan kompetisi, system energy tubuh dapat menjadi lemah untuk pencapaian performa atlet dan kapasistas kerja dimasa depan. Kecuali jika tubuh pulih dengan cepat, mungkin atlet tidak bias berlatih secara cukup, mampu melaksanakan beban latihan yang diprogramkan atau mencapai sasaran yang diharapkan.
Banyak atlet berlatih terlalu keras dan terlalu lama. Over training terjadi ketika otot tidak diberi waktu recovery/pemulihan yang diperlukan. Semua orang ingin berada di puncak pada saat kompetisi. Sayangnya keinginan untuk meningkatkan sering mengakibatkan overtraining. Jika otot tidak mendapatkan waktu recovery/pemulihan yang cukup, mereka tidak akan kembali kuat (overtraining), latihan yang terlalu sering menyebabkan cedera. Ditemukan CK (enzyme creatine kinase) tinggi yang disebabkan overtraining, dan didapat karena jaringan otot yang rusak, kerusakan otot tersebut salah satu indikasi naiknya CK (enzyme creatine kinase), CK (enzyme creatine kinase) yang cukup tinggi dapat merusak ginjal, penyakit jantung, trauma otot, kerusakan otak. Peningkatan CK (enzyme creatine kinase) merupakan indikasi terjadinya kerusakan otot (yang disebabkan dari overtraining). Di sisi lain, jika hasil tes menunjukkan bahwa tingkat creatine kinase beredar dalam darah lebih tinggi daripada dalam kondisi normal, maka kemungkinan bahwa tubuh manusia yang bersangkutan telah mengalami kerusakan pada otot (indikasi terjadi cedera).
Variabilitas individual di antara para atlet dapat dipahami oleh tingkat serum CK (enzyme creatine kinase). Atlet yang melakukan latihan ringan, untuk setiap bentuk latihan fisiknya ditemukan memiliki tingkat rendah CK (enzyme creatine kinase). Jelas, atlet yang melakukan latihan tinggi untuk setiap bentuk pelatihan fisiknya, memiliki kadar CK (enzyme creatine kinase) yang tinggi.
Pengukuran suatu tingkat enzim dalam darah telah digunakan untuk mendiagnosa overtraining, CK (enzyme creatine kinase), LDH dan SGOT yang penting dalam produksi energi otot, tapi umumnya terdapat didalam sel, kehadiran di enzim ini dalam darah menandai beberapa kerusakan atau perubahan struktural dalam membran otot. Dengan pelatihan yang berat, enzim tersebut meningkat dua sampai sepuluh kali di atas tingkat normal.
CK (enzyme creatine kinase) yang tinggi salah satu indicator terjadinya kerusakan otot, melalui aktivitas yang tinggi, salah satu untuk mengurangi kerusakan otot dengan cara recovery.
Menurut Roger, Stull dan Apple dalam Buku Training Distance Runners CK (enzyme creatine kinase) akan muncul di aliran darah, akibat dari trauma otot , tersendatnya peredaran darah atau kelelahan (selama dan mengikuti lomba maraton).
Kerusakan pada jaringan otot atau kerusakan terhadap komponen otot, ternyata terdapat CK, Mioglobin, dan Troponin 1, penanda kerusakan otot spesifik serat otot.
Berlari selama 30 menit menghasilkan DOMS (Delayed-Onset Muscle Sorreness) setelah latihan, meningkat kadar serum mioglobin dan enzim ck pada otot tertentu,penanda umum dari cedera otot.
Menurut Dressendorfer, Wade, Scwane, Johnson, vandenooker dan Amstrong (1983) dalam buku Training Distance Runners menyatakan bahwa adanya hubungan yang positif antara kadar CK (enzyme creatine kinase) terhadap kerusakan otot.
khususnya untuk pelari jarak jauh , pengukuran tingkat serum CK (enzyme creatine kinase) dapat berfungsi sebagai penanda untuk pelatihan berlebihan (overtraining) atau stres kompetitif, menunjukkan kebutuhan pengurangan dan peningkatan penggunaan modalitas terapi yang tepat untuk meningkatkan pemulihan.
Menurut Schwane dalam buku Training Distance Runner kadar enzyme CK (enzyme creatine kinase) dapat meningkat dua kali lebih besar, baik medan yang menurun maupun menanjak.
Dengan pemulihan yang benar dapat melindungi terhadap kerusakan otot yang diakibatkan latihan yang intens.

Pemulihan setelah latihan sangat penting untuk memperbaiki otot dan jaringan dan membangun kekuatan. Hal ini bahkan lebih penting setelah sesi latihan beban berat. otot membutuhkan di mana saja dari 24 hingga 48 jam untuk memperbaiki dan membangun kembali, dan bekerja lagi terlalu cepat hanya mengakibatkan kerusakan jaringan, bukan membangun otot kembali. Pemulihan adalah salah satu cara terbaik untuk memulihkan (atau menyembuhkan) cedera dan ini juga bekerja setelah latihan keras.
Permasalahannya yaitu bagaimana CK dapat menurun? Dan untuk menurunkan kadar enzyme creatine kinase, salah satu caranya dengan recovery/pemulihan, baik recovery aktif dan recovery aktif.



B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut :
1. Apakah terdapat pengaruh recovery aktif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
2. Apakah terdapat pengaruh recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta ?
3. Apakah terdapat pengaruh recovery aktif dan recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
4. Apakah salah satu peningkatan kadar CK (enzyme creatine kinase) disebabkan oleh Overtraining pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
5. Apakah kadar CK (enzyme creatine kinase) sebagai salah satu indicator rusaknya jaringan otot (cedera) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
6. bagaimana CK (enzyme creatine kinase) dapat menurun pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.


C. Pembatasan Masalah.
Masalah dalam penelitian ini dilihat dari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase). Namun tidak semua faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) akan diteliti, karena keterbatasan biaya, waktu dan kemampuan, sehingga perlu adanya pembatasan dalam penelitian ini.
Untuk itu peneliti membatasi penelitian dengan tiga variabel saja yang terdiri dari dua variabel eksogen dan satu variabel endogen. Variabel eksogen (bebas) terdiri dari recovery aktif dan recovery pasif. Variabel endogen (terikat) terdiri penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI JAYA.
Agar permasalahan tersebut tidak terlalu meluas, maka permasalahan hanya dibatasi pada pengaruh recovery aktif dan recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta.

D. Perumusan Masalah.
1. Apakah terdapat pengaruh recovery aktif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
2. Apakah terdapat pengaruh recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
3. Apakah terdapat pengaruh recovery aktif dan recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.

E. Kegunaan Penelitian.
Pada akhirnya hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk :
1. Memperoleh data empiris tentang pengaruh recovery aktif dan recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzym creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta.
2. Sebagai bahan informasi bagi atlet dan pelatih betapa pentingnya untuk melakukan recovery setelah latihan, khususnya untuk menurunkan kadar enzym creatine kinase.
3. Sebagai sumber pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat olahraga, terutama tentang enzim creatine kinase.
BAB II
KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN
PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teori .
1. Enzyme Creatine Kinase.
Enzyme Creatine Kinase adalah enzim yang mengkatalisator reaksi sumber energi. Enzyme Creatine Kinase akan meningkat jika latihan berat, tidak hanya Enzyme Creatine Kinase yang akan meningkat,enzim-enzim yang lainpun akan ikut meningkat seperti Actin, Myosin, ATP, Creatinephospate dan Myokinase.
Enzyme Creatine Kinase adalah salah satu enzim yang menandai/menyertai terjadinya cedera otot. Enzyme Creatine Kinase adalah enzim-enzim yang mengkatalisator (hidrolysis) sumber energi.
Enzyme Creatine Kinase juga kenal sebagai isoenzim, enzyme ini terdapat pada otot rangka.
Enzyme Creatine Kinase adalah suatu senyawa yang kaya energi khususnya di jaringan otot.
Sedangkan menurut pendapat lain Enzyme Creatine Kinase adalah produk alami yang dihasilkan dari metabolisme otot. Dengan latihan intensitas yang tinggi akan menyebabkan kerusakan pada jaringan otot, yang akan meningkatkan kadar enzim myoglobin dan Enzyme Creatine Kinase, seperti lari jarak jauh, dan Enzyme Creatine Kinase akan turun dengan latihan recovery.
Creatina kinase (bahasa Inggris: creatine kinase, creatine phosphokinase, phospho-creatine kinase, CPK, CK) yang merupakan enzim yang dihasilkan dari berbagai jaringan di tubuh. Kreatina kinase juga sering disebut sebagai kreatinina kinase.
Enzyme Creatine Kinase adalah enzim yang mengkatalisator reaksi sumber energi, interaksi antara CP+ADP→C+ATP.
Jadi enzim creatine kinase adalah enzim yang yang mengkatalisator sumber energy dan kaya akan sumber energy di jaringan otot, serta enzim ini juga salah satu indikator yang menandai atau menyertai cedera pada otot.

2. Recovery Aktif.
Recovery aktif adalah latihan dengan intensitas rendah atau ringan. Sedangkan menurut pendapat lain recovery aktif yaitu latihan dengan intensitas sedang. Menurut pendapat lain Recovery Aktif yaitu latihan dengan intensitas ringan.
Recovery aktif Yaitu latihan yang terprogram dengan intensitas ringan. Recovery aktif yaitu latihan atau permainan dengan intensitas ringan.

Jadi Recovery aktif yaitu suatu aktifitas fisik , latihan, permainan rendah atau ringan yang terprogram.
pemulihan aktif (Recovery) mengacu pada pemulihan dari latihan menggunakan intensitas kegiatan rendah., Misalnya, selama latihan interval atau pelatihan fartlek , Anda akan akan berlari untuk jarak tertentu kemudian berjalan untuk pulih. Pemulihan ini aktif membantu membersihkan otot-otot dari asam laktat dan enzim creatine kinase, yang menyebabkan rasa sakit dan kelelahan.
Pemulihan aktif dapat:
• Bantuan nyeri otot Anda untuk pergi lebih cepat
• Membantu otot Anda memulihkan dan memperbaiki jaringan yang rusak.
• Meningkatkan pemulihan psikologis / mental.
• Meningkatkan relaksasi mental dan fisik.



3. Recovery Passive.
Recovery Passive yaitu latihan yang tidak melibatkan aktifitas/duduk diam (sat quietly exercise). Sedangkan menurut pendapat lain Recovery Passive yaitu aktifitas fisik diam (rest physical activity). Recovery passive yaitu aktifitas fisik diam (rest physical activity).
Recovery passive yaitu aktifitas fisik diam/istirahat total (rest total physical activity). Recovery Passive yaitu tidak melakukan latihan aktifitas fisik. Recovery passive yaitu istirahat/diam tanpa melakukan aktifitas apa-apa (sleep exercise). Recovery passive yaitu tidak melakukan latihan aktifitas fisik (rest exercise).
Jadi recovery passive yaitu suatu aktifitas fisik tanpa adanya aktifitas fisik, yaitu diam, istirahat total (duduk, terlentang, tidur).
Sementara Passive Recovery akan dianggap duduk, berbaring atau terlentang , atau bahkan hanya berdiri. Passive Recovery berdiam diri tanpa melakukan aktivitas apa-apa, peregangan. beberapa definisi Pasif istirahat harus cukup mudah dipahami, pada hari dimana istirahat pasif , anda tidak melakukan apapun.. Beberapa mungkin mengizinkan sesuatu seperti jalan cepat. Tapi pada dasarnya tidak Melakukannya apa-apa, santai.
Pengaruh pemulihan pasif, terhadap otot (kelelahan otot) agar dapat pulih kembali seperti semula. Prinsip dari pemulihan pasif, yaitu hampir sama dengan pemulihan aktif, yaitu mengembalikan lagi kondisi fisik seseorang agar seperti semula, menghilangkan kadar asam laktat,menurunkan kadar enzim creatine kinase, serta memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil pada otot (microtear).
4. Lari jarak jauh.
Lari jarak jauh adalah lari yang harus dilakukan atau ditempuh antara 4-5 keliling stadion. Menurut pendapat lain lari jarak jauh yaitu Lari 5000 m dan lari 10000 m adalah lari yang dilaksanakan dalam track dan masing-masing pelari harus melintasi garis start dan lari marathon yaitu lari yang dilaksanakan dijalan raya dengan menempuh jarak 42.195 km, start dilakukan dalam lintasan atau track dan pada saat memasuki finish pelari harus keliling lintasan atau track satu kali sampai garis finish.
Lari jarak jauh yaitu Lari Maraton adalah nomor lari dalam cabang atletik yang menempuh jarak 42,195 kilometer (26 mil dan 385 yard). Lomba lari jarak jauh ini biasanya dilaksanakan di jalan raya.
Jadi lari jarak jauh yaitu suatu aktifitas fisik, latihan yang menempuh jarak 42.195 kilometer, dan dilakukan dijalan raya.

B. Kerangka Berpikir.
1. Pengaruh Recovery Aktif terhadap penurunan kadar Enzyme Creatine Kinase.
Recovery aktif adalah latihan dengan intensitas rendah atau ringan. Recovery aktif biasanya dilakukan dengan jalan kaki, peregangan,jogging dan bahkan berenang.
Enzyme Creatine Kinase adalah produk alami yang dihasilkan dari metabolisme otot. Dengan latihan intensitas yang tinggi akan menyebabkan kerusakan pada jaringan otot, yang akan meningkatkan kadar enzim myoglobin dan Enzyme Creatine Kinase, seperti lari jarak jauh, dan Enzyme Creatine Kinase akan turun dengan latihan recovery.
Terdapat pengaruh recovery aktif terhadap penurunan kadar enzyme creatine kinase.
2. Pengaruh Recovery passive terhadap penurunan kadar Enzyme Creatine Kinase.
Recovery Passive yaitu latihan yang tidak melibatkan aktifitas/duduk diam (sat quietly exercise).
Creatine kinase (CK) tingkat tergantung pada usia, jenis kelamin, ras, massa otot, aktivitas fisik dan kondisi iklim. Tingginya kadar CK serum pada subyek sehat tampaknya mungkin berkorelasi dengan status pelatihan fisik, karena tergantung pada kerusakan sarcomeric: latihan berat yang merusak sel otot rangka CK (Creatine kinase) hasil total serum meningkat. Selama latihan serum enzim CK (Creatine kinase) akan meningkat, latihan berkepanjangan seperti lari marathon, berjalan atau latihan berat lainnya, yang meliputi kontraksi eksentrik otot. Aktivitas Total CK (Creatine kinase) serum meningkat secara bermakna selama 24 jam setelah latihan , ketika recovery sisanya, secara bertahap kembali ke tingkat dasar. peningkatan kadar CK serum terus-menerus kadang-kadang ditemui dalam individu yang sehat dan juga nyata meningkat pada tahap pra-klinis penyakit otot (cedera).
Terdapat pengaruh recovery pasif terhadap penurunan kadar enzyme creatine kinase.

3. Pengaruh Recovery Aktif dan Recovery Pasif terhadap penurunan kadar Enzyme Creatine Kinase.
Tinggi kadar serum CK (Creatine kinase) pada atlet, tanpa ada faktor predisposisi lebih lanjut harus melalui hasil pemeriksaan diagnostik penuh dengan khusus sehubungan dengan tanda-tanda kelemahan otot atau tanda-tanda lain yang sederhana, baik atlet dan subjek yang lain, tidak selalu segera jelas. Tanda-tanda ini mengindikasikan adanya penyakit otot subklinis, yang beban pelatihan dapat bukti melalui timbulnya kelelahan mendalam. Hal ini mungkin aman untuk atlet berkonsultasi dengan tepat, diduga untuk terus melakukan kegiatan fisik pada intensitas lebih rendah, sehingga dapat mencegah kerusakan otot dari latihan intensitas tinggi dan memungkinkan pemulihan yang cukup untuk mendukung pemulihan yang memadai.
Terdapat pengaruh Recovery Aktif dan recovery pasif terhadap penurunan kadar enzyme creatine kinase.

C. Pengajuan Hipotesis Penelitian.
1. Terdapat pengaruh recovery aktif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
2. Terdapat pengaruh recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
3. Terdapat pengaruh recovery aktif dan recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah :
1. Terdapat pengaruh recovery aktif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
2. Terdapat pengaruh recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.
3. Terdapat pengaruh recovery aktif dan recovery pasif terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta?.

B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitian
Penelitian ini dilakukan di Stadion Madya Senayan,Jln Asia Afrika no 18-19, Senayan Jakarta Pusat.

2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian di rencanakan akan dilakukan pada bulan April 2012.

C. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Eksperimen adalah kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang ada hubungannya dengan hipotesis.
Metode penelitian ini dengan Teknik observasi dibawah kondisi buatan (Artificial Condition), dimana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh peneliti. Pengambilan data dari dua variebel, yaitu kelompok recovery aktif dan kelompok pasif data yang diambil yaitu data awal dan data akhir, yang akan diteliti mana yang lebih berpengaruh antara recovery aktif (X1) terhadap penurunan kadar enzim CK (Creatine Kinase) (Y) dan recovery pasif (X2) terhadap penurunan kadar CK (enzyme creatine kinase) (Y) pada Cabang Atletik Nomor Lari Jarak Jauh DKI Jakarta.
Desain Penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitiannya.







Keterangan :
P : Populasi.
S : sampel,
T1 : Test awal
A : Recovery Aktif
B : Recovery Pasif
T2 : Test Akhir.
X1 : Kelompok Recovery Aktif
X2 : Kelompok Recovery Pasif.




D. Populasi dan Tehnik Pengambilan Sampel.

a. Populasi
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh atlet atletik Pelatda KONI Provinsi DKI Jakarta sebanyak 30 orang. Populasi terjangkau yaitu atlet atletik nomor lari sebanyak 15 atlet.


b. Sampel
Dari populasi terjangkau yang ada ditarik sampel dengan cara yaitu Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling,untuk menentukan atlet nomor lari jarak jauh yang akan dijadikan sampel. Dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti, yaitu sampel yang diambil atlet atletik nomor lari jarak jauh, yaitu sebanyak 4 atlet.

E. Teknik Pengumpulan Data/Instrumen
Teknik pengumpulan data dengan cara metode eksperimen. Sesuai dengan jenis variabel-variabel yang dilibatkan dengan penelitian ini ada 3 (tiga) macam instrument, yaitu
1. Pengambilan enzim creatine kinase di arteri brachialis, yang diteliti di laboratorium.
2. Recovery aktif, dilakukan dengan cara jogging 10 menit.
Jogging berasal dari bahasa Inggris yang artinya bergerak maju dengan setengah berlari, dengan kecepatan yang lebih tinggi dari berjalan biasa dan lebih rendah dari berlari .
Jogging merupakan bentuk berlari atau berjalan pada kecepatan lambat atau santai. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kebugaran dengan mengurangi beban tubuh. Jogging sering digunakan oleh pelari sebagai sarana pemulihan aktif selama latihan interval . Para pelari yang baru mungkin telah menyelesaikan pengulangan cepat 400 meter dengan kecepatan mil sub-5-menit, mungkin drop ke kecepatan mil 8 menit untuk waktu lap pemulihan.
3. Recovery pasif, dilakukan dengan cara di massage.
Massage berasal dari bahasa Arab, mass yang berarti menekan, dengan imbuhan age dari bahasa Perancis. Sedangkan kalau di ambil dari bahasa Yahudi Maschesch yang berarti meraba. Yang menggunakan kata massage ialah Lepage, seorang bangsa Perancis pada tahun 1813. Jadi Massage artinya Pijat atau Urut. Massage itu sendiri dibagi 3 (tiga) macam massage yang terdiri dari :
a. Sport Massage, yaitu suatu massage yang ditujukan kepada semua orang yang sehat.
b. Segment Massage, yaitu suatu massage yang bertujuan untuk pengobatan.
c. Cosmetic Massage, suatu massage khusus yang ditujukan untuk pemeliharaan kecantikan.
Kedua latihan recovery aktif maupun recovery pasif, ini juga diambil atau di ukur tekanan darah, denyut nadi serta pernafasannya, yaitu dihitung selama 1 menit (pernafasannya).
A. Tekanan Darah.
Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut - 120 /80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistole. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastole. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.
Prinsip bahwa mendasari pengukuran tekanan darah adalah bahwa aliran darah menghasilkan suara terdeteksi melalui stetoskop. Dalam keadaan normal arteri perifer aliran darah tidak menghasilkan suara sedikit. Namun, jika kita menyempitkan arteri di beberapa cara darah mengalir yang mempercepat penyempitan, sehingga lebih besar aliran darah terdeteksi. Sebuah alat pengukur tekanan darah - tas kain berisi balon - adalah melilit lengan atas, sejajar dengan jantung. Sebuah tangan dipegang pompa balon mengembang sampai kolom merkuri mencapai sekitar 180 mmHg. (Catatan: tekanan darah adalah satu-satunya ukuran fisiologis yang tidak dikonversi ke dalam unit SI untuk tekanan) ini tekanan yang dilakukan pada lengan atas. Adalah cukup untuk menghalangi arteri brakialis sehingga tidak ada darah mengalir sehingga ada tidak ada suara. Stetoskop ditempatkan di atas arteri brakialis tepat di bawah manset. Pelepasan udara dalam manset secara perlahan sehingga menurunkan tekanan dan menyebabkan tinggi kolom merkuri jatuh.Ketika tekanan yang dihasilkan oleh ventrikel kiri saja melebihi menahan tekanan dalam manset lonjakan darah dipaksa melewati obstruksi; suara aliran, diproduksi dan terdeteksi melalui stetoskop. Tinggi kolom merkuri bertepatan dengan suara pertama adalah terdaftar sebagai tekanan sistolik. Seperti udara terus bocor dari tekanan manset jatuh lebih lanjut dan suara menjadi lebih teredam dan samar sampai akhirnya menghilang sama sekali. Titik di mana menghilangnya ini terjadi terdaftar sebagai tekanan diastolik. Prosedur ini dilakukan pada saat subjek istirahat. Ada kesulitan dalam mendeteksi suara yang tepat selama latihan, terutama maksimal tenaga di atas treadmill, karena asing suara yang dihasilkan dari peningkatan gerakan tubuh bagian atas. Dalam keadaan ini, tekanan sistolik dapat ditentukan dengan meraba denyut nadi radial. Sementara tekanan manset melebihi tekanan sistolik, denyut nadi radial tidak hadir, tetapi muncul kembali begitu tekanan sistolik melebihi dari manset. Hal ini mustahil untuk mendeteksi tekanan diastolik dengan metode ini.
B. Denyut Nadi.
Dalam kedokteran ,' Denyut Nadi satu merupakan sentuhan arteri palpasi dari detak jantung dengan jari terlatih. Denyut nadi dapat teraba di tempat yang memungkinkan suatu arteri untuk dimampatkan terhadap tulang , seperti di leher ( arteri karotid ), di pergelangan tangan ( arteri radialis ), di belakang lutut ( arteri poplitea ), di bagian dalam siku ( arteri brakialis ), dan dekat kaki bersama (arteri tibialis posterior). Denyut nadi juga dapat diukur dengan mendengarkan jantung berdenyut langsung ( auskultasi ), secara tradisional dengan menggunakan stetoskop .
C. Pernafasan.
Pernapasan adalah proses yang bergerak di udara masuk dan keluar dari paru-paru. Aerobik organisme membutuhkan oksigen untuk melepaskan energi melalui respirasi , dalam bentuk metabolisme energi kaya molekul seperti glukosa .
Sebagai contoh, saat berolahraga, tingkat karbondioksida dalam darah meningkat karena meningkatnya respirasi seluler oleh otot , yang mengaktifkan dan aorta badan karotis dan pusat respirasi, yang akhirnya menyebabkan tingkat yang lebih tinggi pada saat respirasi. Selama istirahat, tingkat karbon dioksida lebih rendah, sehingga pernapasan tingkat yang lebih rendah. Hal ini memastikan jumlah yang tepat oksigen yang dikirim ke otot dan organ tubuh lainnya. Adalah penting untuk menegaskan kembali bahwa itu adalah penumpukan karbondioksida membuat asam darah yang memunculkan kesulitan untuk napas karena kekurangan oksigen.
Bernapas adalah hanya satu proses yang memberikan oksigen untuk tempat yang membutuhkan dalam tubuh dan menghilangkan karbondioksida . Proses lain yang penting melibatkan gerakan darah oleh sistem peredaran darah. Pertukaran gas terjadi di paru alveoli oleh difusi pasif gas-gas antara gas alveolar dan darah di paru-paru kapiler . Setelah gas-gas terlarut berada dalam darah , maka jantung kekuatan aliran mereka ke seluruh tubuh (melalui sistem peredaran darah ). Istilah medis untuk bernafas santai normal eupnea. Selain melepas karbon dioksida , bernapas mengakibatkan hilangnya air dari tubuh. udara yang dihembuskan memiliki kelembaban relatif 100% karena air menyebar di permukaan lembab pada saat pernapasan didaerah alveoli.
F. Teknik Analisis Data.
Sesuai dengan banyaknya variabel dalam penelitian ini, maka instrumen yang digunakan terdiri dari tiga, yakni instrumen yang digunakan untuk mengukur data tentang recovery aktif, recovery pasif dan kadar enzim creatine kinase
Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah dengan analisis varian (ANAVA) dua jalur, dilanjutkan dengan uji Tuckey dengan taraf signifikasi (α) 0.05 dan . (α) 0.01
G. Hipotesis Statistik.
Untuk keperluan pengujian hipotesis (Ho) maka dirumuskan hipotesis statistik, sebagai berikut :
1. Hipotesis Statistik Pertama.
Ho : ρy1 = O
H1 : ρy1 > O
2. Hipotesis Statistik Kedua.
Ho : ρy2= O
H1 : ρy2 > O
3. Hipotesis Statistik Ketiga.
Ho : Ry12= O
H1 : Ry12 > O

Keterangan :
Ho : Hipotesis Nol.
H1 : Hipotesis Alternatif.
ρy1 : Variabel X1 dengan Y
ρy2 : Variabel X2 dengan Y.
Ry12 : Variabel Ganda X1, X2 dengan Y.

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : ................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : 1
Pertemuan Ke : ……………….……………….……………….
Alokasi Waktu : 90 menit


A. Kompetensi Dasar
1.1 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar, serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai semangat dan percaya diri.

B. Indikator
- Melakukan passing bawah
- Melakukan passing atas
- Melakukan servis bawah
- Bermain bola voli secara sederhana

C. Materi Pokok
Teknik Dasar Bermain Bola Voli

D. Skenario Pembelajaran
No Kegiatan Alokasi Waktu Metode
1. Pendahuluan
Peserta didik dibariskan menjadi 4 saf, berdo’a bersama, diadakan presensi dan penjelasan materi secara singkat diteruskan pemanasan.
10 menit
Ceramah
Demonstrasi
Tugas
2. Inti
- Peserta didik masih dalam formasi 4 saf, tetapi dibuat saling berhadapan untuk melakukan latihan :
a. Passing bawah
b. Passing atas
c. Servis bawah
Setelah melakukan latihan tersebut diatas dirasa cukup diteruskan bermain bola voli dengan menggunakan peraturan yang sederhana
60 menit
Ceramah
Demonstrasi
Tugas
3. Penutup
- Peserta didik dibariskan, diadakan evaluasi / koreksi terhadap kegiatan yang baru saja dipratekkan.
- Informasi-informasi
20 menit
Ceramah
Diskusi


E. Media / Alat
Buku : Pendidikan Jasmani Teori dan Praktek oleh : Muhajir
Alat : Lapangan bola voli, bola voli, net voli, peluit

F. Evaluasi
Penilaian dengan menggunakan tes perbuatan

Penilaian : Passing Bawah 20
Passing Atas 20
Servis 20
Permainan Keseluruhan 40
Jumlah 100




Jakarta, 05 Februari 2011
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Jasmani




………………. …………………….

penerapan TIK dalam Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Perubahan luar dunia pendidikan, mulai lingkungan social, ekonomi, teknologi sampai politik mengharuskan dunia pendidikan memikirkan kembali bagaimana perubahan tersebut mempengaruhinya sebagai sebuah institusi social dan bagaimana harus berinteraksi dengan perubahan tersebut. Salah satu lingkungan perubahan yang sangat mempengaruhi dunia pendidikan adalah hadirnya teknilogi inormasi (IT).

Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), dalam jangka waktu yang relatif singkat, berkembang dengan sangat pesat. Pengguna Internet di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan data perkiraan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) sampai dengan akhir tahun 2005 pengguna internet indonesia mencapai 16 juta pengguna, naik hampir 50 % dibandingkan dengan data pengguna internet tahun 2004 yang mencapai 11 juta pengguna


Istilah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sudah sering digunakan di dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Sekalipun sudah sering digunakan, namun tampaknya masih terjadi pemahaman yang berbeda mengenai istilah TIK. Bahkan ada sebagian orang yang agak berlebihan pemahamannya, yaitu yang mengidentikkan TIK itu dengan komputer atau internet saja. Akibatnya, setiap ada pembicaraan mengenai TIK, maka yang terlintas di dalam pemikiran yang bersangkutan adalah komputer atau internet.
Di lingkungan pendidikan atau pembelajaran, apabila ada topik pembicaraan mengenai TIK, ternyata masih ada sebagian guru yang pemahamannya langsung mengarah atau terpusat pada komputer atau internet. Pemahaman yang demikian ini mengakibatkan bervariasinya sikap para guru dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran. Ada sebagian guru yang secara spontan mengemukakan bahwa belum saatnya dilakukan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Penyampaian pendapat ini disertai dengan sejumlah argumentasi pembenaran terhadap pendapat atau sikap mereka. Tetapi ada juga sebagian guru yang mengatakan bahwa pada dasarnya sebagian guru sudah mulai memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Perbedaan pendapat atau sikap guru ini dapat saja diakibatkan oleh berbedanya pemahaman mereka mengenai TIK itu sendiri.
Teknologi merupakan alat atau sarana teknis yang digunakan manusia untuk meningkatkan perbaikan/penyempurnaan lingkungannya. Teknologi merupakan suatu pengetahuan tentang cara menggunakan alat dan mesin untuk melaksanakan tugas secara efisien. Selain itu, teknologi dapat juga dikatakan sebagai pengetahuan, alat, dan sistem yang digunakan untuk membuat hidup lebih mudah dan lebih baik. Melalui pemanfaatan teknologi memungkinkan orang dapat berkomunikasi dengan lebih baik dan lebih cepat. Teknologi ada di mana-mana dan dapat membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.
Yang menjadi esensi dari rumusan di atas adalah bahwa teknologi itu pada dasarnya merupakan pengetahuan yang menjawab pertanyaan tentang bagaimana (“know how”). Dengan memanfaatkan teknologi, pekerjaan atau tugas dapat dilaksanakan secara efisien. Salah satu contoh aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran adalah seorang guru yang telah melaksanakan pembaharuan terhadap “know how” dalam membelajarkan para siswanya sehingga terjadi efisiensi.
Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran yang efektif memerlukan suatu media yang mendukung penyerapan informasi yang sebanyak-banyaknya, seiring dengan perkembangan zaman, maka teknologi informasi berperan penting sebagai sarana untuk mendapatkan sumber informasi sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang diajarkan.















BAB II
PEMBAHASAN
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Dalam kebijakan nasional, TIK menjadi kunci dalam 2 hal yaitu (1) effisiensi proses, dan (2) memenangkan kompetisi. Demikian juga dengan lembaga pendidikan (sekolah). Tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi yaitu harus menyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Hal ini menyebabkan sekolah dituntut untuk mampu menghasilkan SDM-SDM unggul yang mampu bersaing dalam kompetisi global ini. Peningkatan kualitas dan kemampuan siswa dapat dilakukan dengan mudah, yakni dengan memanfaatkan internet sebagai lahan untuk mengakses ilmu pengetahuan seluas-luasnya. Upaya ini dapat dilakukan dengan memasukkan TIK sebagai pendekatan dalam proses pembelajaran pada Lembaga Pendidikan (Sekolah).
Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
• Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah.
• Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
• Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari.
• Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi
• Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari-hari.
Ada beberapa poin untuk membuat suatu perencanaan pengembangan TIK, diantaranya:
• Mempersatukan visi dan misi pengembangan TIK yang ingin dicapai antara Kepala dan sekolah, guru.
• Pembentukan Komite Teknologi (Organisasi Labkom) yang mandiri
• Mengidentifikasi infrastruktur lembaga, baik hardware, software maupun sistem dan jaringan yang sudah dimiliki.
• Penentuan hardware dan software yang akan digunakan atau dikembangkan.
• Mengidentifikasi SDM yang dimiliki.
• Menentukan bentuk pelatihan penguasaan TIK baik untuk guru dan staf lainnya.
• Adanya Time schedule yang jelas untuk pencapaian program.
• Penentuan Investasi yang diperlukan secara berkala tiap tahun.
• Mengidentifikasi perkembangan software dan kurikulum.


Fungsi TIK dalam pembelajaran mempunyai tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu :
• Teknilogi berfungsi sebagai alat (tools). Dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa dalam membantu pelajaran.
• Teknologi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa.
• Teknologi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi berbantuan computer.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan
pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran.
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
1. dari pelatihan ke penampilan.
2. dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja.
3. dari kertas ke “on line” atau saluran.
4. fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja.
5. dari waktu siklus ke waktu nyata.
Pergeseran pandangan tentang pembelajaran Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu:
• siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru.
• harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural
bagi siswa dan guru.
• guru harus memilikio pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan
alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar
mencaqpai standar akademik.
Sejalan dengan perkembangan TIK telah terjadi perubahan pandangan
mengenai pembelajaran yaitu pembelajaran sebagai:
• proses alami.
• proses social.
• proses aktif dan pasif.
• proses linear dan atau tidak linear.
• proses yang berlangsung integratif dan kontekstual.
• aktivitas yang berbasis pada model kekuatan, kecakapan, minat, dan
kulktur siswa.
• aktivitas yang dinilai berdasarkan pemenuhan tugas, perolehan hasil, dan
pemecahan masalah nyata baik individual maupun kelompok.
Hal itu telah mengubah peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari:
1. sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi,
dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran,
pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar.
2. dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran,
menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung
jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran.
Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan
yaitu:
• dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses
pembelajaran.
• dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan
berbagai pengetahuan.
• dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi
pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e- learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu:
 e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi.
 pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan
menggunakan teknologi internet yang standar.
 memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di
balik paradigma pembelajaran tradisional.
Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training).
Satu bentuk produk TIK adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada glirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan
proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka
antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan zaman.





BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN.
Peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan media teknologi pendidikan, yaitu dengan cara mencari dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam belajar, kemudian dicari pemecahannya melalui aplikasi teknologi informasi yang sesuai. Upaya pemecahan permasalahan pendidikan terutama permasalahan yang berhubungan dengan kualitas pembelajaran, dapat ditempuh dengan menggunakan berbagai sumber belajar dan penggunaan media pembelajaran yang berfungsi sebagai alat bantu dalam meningkatkan kadar hasil belajar peserta didik. Teknologi informasi digunakan sebagai media untuk mempermudah pencarian informasi tersebut.
Bagaimanapun banyak dampak positif penerapan TIK dalam pembelajaran di sekolah, kita mempunyai tanggung jawab bersama dalam meminimalisasi dampak negative yang muncul secara individual maupun social. Mulai saat ini mulailah kita tidak GATEK dan alergi dengan TIK., siapa yang menguasai TIK, maka akan menguasai dunia. Semoga struktur dan kultur TIK berjalan seimbang di sekolah kita, sehingga aplikasi dan potensi TIK dalam pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik dan sesuai dengan kurikulum yang diterapkan oleh Pemerintah.





DAFTAR PUSTAKA.
http://www.docstoc.com/docs/48154459/Peranan-TIK-dalam-Kegiatan-Pembelajaran.
http://aristorahadi.wordpress.com/2008/08/23/peran-tik-dalam-pembelajaran.
http://www.scribd.com/doc/16169753/Modul-Pemanfaatan-Teknologi-Informasi-Dan-Komunikasi-TIK-Dalam-Pembelajaran
http://puslitjaknov.org/data/file/2008/makalah_poster_session_pdf/MuhammadAnas_PemanfaatanInformasidanKomunikasi%28TIK%29.pdf.

sejarah perkembangan TIk dalam pendidikan

BAB I
LATAR BELAKANG
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat pertukaran pikiran. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e- seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.




BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.
B. Penerapan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.
PERKEMBANGAN DAN IMPLIKASI TI DAN TI DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
Kecenderungan perkembangan dan implikasi dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah:
1. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning).
2. Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan.
3. Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.
CONTOH LAIN PEMANFAATAN ATAS PERKEMBANGAN TI DAN TK UNTUK PENDIDIKAN DI INDONESIA
Perpustakaan elektronik (e-library) Revolusi teknologi informasi tidak hanya mengubah konsep pendidikan di kelas tetapi juga membuka dunia baru bagi perpustakaan. Perpustakaan yang biasanya merupakan arsip buku-buku dengan dibantu teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi lebih agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Dengan banyaknya perpustakaan tersambung ke internet, sumber ilmu pengetahuan yang biasanya terbatas ada di perpustakaan menjadi tidak terbatas
Surat elektronik (e-mail) Dengan aplikasi e-mail, seorang guru, orang tua, pengelola, dan siswa dapat dengan mudah saling berhubungan. Pihak sekolah dapat membuat laporan perkembangan siswa dan prestasi belajar baik diminta orang tua atau pun tidak. Dalam kegiatan belajar diluar sekolah, siswa yang menghadapai kesulitam materi pelajaran dapat bertanya lewat e-mail kepada pihak sekolah atau guru bidang studi. Demikian pula untuk guru yang berhalangan hadir dapat memberikan tugas via e-mail kepada siswa.
Ensiklopedia Sebagian perusahaan yang menjalankan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD-ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga duharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tetapi juga video dan audio.
Jurnal atau majalah ilmiah Salah satu argumentasi umumnya di dunia pendidikan Indonesia adalah kurangny akses informasi ke jurnal atau majalah ilmiah yang berada di internet sehingga memudahkan bagi para siswa untuk mengakses informasi ilmiah terkahir yang ada di seluruh dunia.
Pengembangan homepage dan sistim distribusi bahan belajar secara elektronik (digital) Sistem pembelajaran melalui homepage dapat dikembangkan dalam bentuk sekolah maya (virtual school) sehingga semua kegiatan pembelajaran mulai dari akses bahan belajar, penilaian, dan kegiatan administrasi pendukung dapat secara online selama 24 jam. • Video teleconference Keberadaan teknologi informasi video teleconference memungkinkan bagi anak-anak di seluruh dunia untuk saling mengenal dan berhubungan satu dengan lainnya. Video teleconference di sekolah merupakan saranan untuk diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan belajar mengajar yang bersifat social. Disamping itu dapat pula untuk pengamatan proses eksperimen dari seorang guru.














BAB III
KESIMPULAN
Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era indormasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Di era informasi ini, TI dan TK memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Perkembangan TI dan TK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan TI dan TK yang sangat pesat ini, mau tidak mau, siap ataupun tidak siap, akan semakin deras mengalirkan informasi dengan segala dampak positif dan negatifnya ke masyarakat Indonesia. Perkembangan TI dan TK memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti penggunaan e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory, dan lainnya. Seperti ramalan dan pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di masa depan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.














DAFTAR PUSTAKA.
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi.
http://antonilamini.wordpress.com/2008/06/10/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-dan-informasi-dalam-pendidikan-indonesia/
http://edukasi.kompasiana.com/2010/01/10/aplikasi-dan-potensi-tik-dalam-pembelajaran/
http://www.informatika.lipi.go.id/